Skip to content

Produk Lu Bagus, tapi Orang Nggak Ingat? Coba Cek Branding-nya

Pernah nggak lu nemu dua brand yang produknya mirip, tapi salah satunya lebih gampang nempel di kepala?

Pas butuh sesuatu, nama brand itu yang muncul duluan. Padahal, lu belum tentu pernah beli.

Nah, di situ branding mulai kerja. Orang punya gambaran tentang brand tersebut: gayanya, produknya, sampai kesan yang mereka rasakan.

Orang perlu alasan buat milih lu

Misalnya lu jual kaus. Bilang “bahannya nyaman dan berkualitas” memang penting, tapi brand lain juga bisa ngomong begitu.

Coba gali lebih jauh. Kaus lu dibuat buat siapa? Orang yang suka potongan longgar? Anak gigs? Atau orang yang pengin pakaian simpel buat dipakai setiap hari?

Semakin jelas jawabannya, semakin gampang lu menentukan foto, desain, dan bahasa yang cocok.

Lu juga jadi punya alasan yang lebih kuat buat ditawarkan ke pelanggan.

Bikin karakter yang terasa nyambung

Bayangin Instagram lu kelihatan santai dan berani, tapi pas orang buka website, bahasanya kaku banget. Rasanya kayak ketemu orang yang berbeda.

Makanya, tampilan dan komunikasi perlu punya arah yang sama. Nggak harus semua desain identik, tetapi orang tetap bisa ngerasain karakter brand lu.

Dari kemasan, caption, website, sampai cara admin membalas chat, semuanya ikut membentuk kesan.

Mulainya nggak harus ribet

Coba tulis tiga hal: siapa pelanggan lu, apa yang mereka butuhkan, dan kenapa produk lu cocok buat mereka.

Setelah itu, cek apakah cara lu memperkenalkan bisnis sudah menyampaikan ketiganya.

Branding memang butuh waktu. Tapi kalau arahnya jelas, lu nggak perlu terus menebak harus tampil seperti apa.

Produk bagus bikin orang punya alasan buat beli. Branding membantu mereka mengingat ke mana harus kembali.

Contact