Brand Fashion Lu Jangan Cuma Lewat di Feed
Launching koleksi baru itu seru. Foto sudah siap, konten mulai naik, orang berdatangan buat lihat.
Tapi begitu masa launching lewat, suasananya pelan-pelan sepi. Lu pun mulai mikir, “Harus bikin konten apa lagi, ya?”
Selain mencari perhatian baru, coba kasih perhatian yang sudah datang tempat buat berlanjut. Website brand fashion bisa membantu orang mengenal produk lu lebih dalam.
Kasih ruang buat cerita koleksi lu
Di feed, orang mungkin cuma melihat satu foto. Di website, lu bisa menyambungkan foto itu dengan cerita produknya.
Kenapa potongannya dibuat begitu? Bahannya dipilih karena apa? Cocok dipakai dalam kegiatan seperti apa?
Nggak perlu cerita yang terlalu dramatis. Alasan sederhana dari proses desain justru bisa terasa dekat.
Misalnya, lu bikin celana dengan kantong lebih dalam karena sering kesal barang gampang jatuh. Itu sudah bisa jadi cerita yang menarik.
Jawab keraguan sebelum orang checkout
Foto keren bikin orang berhenti scroll. Tapi buat membeli, mereka masih perlu jawaban.
“Kalau tinggi gue segini, cocok ukuran apa?”
“Bahannya tebal atau tipis?”
“Potongannya bakal kelihatan gimana?”
Lengkapi halaman produk dengan ukuran pakaian, detail bahan, foto saat dipakai, dan informasi model. Aturan penukarannya juga perlu jelas.
Jangan biarkan pelanggan menebak bagian yang sebenarnya bisa lu jelaskan.
Arahkan konten ke produk yang tepat
Kalau lu sedang promosi satu jaket, kasih tautan langsung ke halaman jaket itu. Semakin sedikit orang harus mencari ulang, semakin enak pengalaman mereka.
Nama koleksi boleh unik. Tapi tambahkan jenis produknya supaya pengunjung langsung paham apa yang sedang dilihat.
Setelah pembelian, lu juga bisa menawarkan info restock atau koleksi berikutnya dengan persetujuan pelanggan.
Website memberi brand lu tempat buat punya cerita yang lebih lengkap. Orang datang karena tertarik, lalu punya kesempatan buat mengenal dan mengingatnya.