Skip to content

“Kan Udah Punya Instagram.” Terus, Buat Apa Website Bisnis?

Gue paham pertanyaan ini. Kalau pelanggan sudah datang dari Instagram dan pesanan masuk lewat WhatsApp, bikin website mungkin terasa belum perlu.

Tapi coba cek percakapan lu sehari-hari. Berapa kali lu menjawab pertanyaan yang sama?

“Harganya berapa?”
“Bisa lihat katalog?”
“Contoh pekerjaannya ada?”
“Cara pesannya gimana?”

Kalau jawabannya lumayan sering, website bisa bantu meringankan pekerjaan itu.

Kasih orang tempat buat kenalan lebih jauh

Dari satu unggahan, orang mungkin tertarik. Setelah itu, mereka biasanya masih perlu informasi sebelum membeli.

Website bisa jadi tempat buat melihat layanan, produk, portofolio, profil bisnis, dan kontak dalam satu alur yang rapi.

Jadi, calon pelanggan nggak perlu menggali unggahan lama atau menunggu admin buat memahami penawaran lu.

Bantu pelanggan saat lu lagi nggak online

Bayangin ada orang buka bisnis lu jam sebelas malam. Mereka penasaran, tapi lu sudah selesai kerja.

Kalau informasi penting tersedia di website, mereka tetap bisa mengecek harga, membaca layanan, atau melihat produk.

Besoknya, chat yang masuk bisa lebih spesifik karena mereka sudah punya gambaran.

Tetap pastikan informasinya diperbarui. Website yang menampilkan harga lama malah bisa bikin percakapan tambah panjang.

Bikin langkah berikutnya gampang

Setelah tertarik, orang harus tahu mau ke mana. Lihat katalog? Konsultasi? Langsung pesan?

Pilih langkah yang sesuai kebutuhan bisnis lu, lalu buat tombol dan penjelasannya mudah ditemukan, terutama lewat HP.

Lu nggak harus langsung bikin website dengan banyak halaman. Mulai dari informasi yang paling sering dibutuhkan pelanggan.

Website bisnis yang berguna bikin orang lebih gampang memahami penawaran lu. Dari situ, percakapan menuju pembelian bisa berjalan lebih enak.

Contact